Trik Ampuh Menagih Utang pada Pelanggan yang Menjengkelkan

Trik Ampuh Menagih Utang pada Pelanggan yang Menjengkelkan

Seluk-beluk bisnis memang membuat Anda harus mempelajari hal-hal baru setiap saat. Supaya Anda lebih luwes menghadapi berbagai masalah bisnis yang muncul. Salah satu masalah yang sering menjengkelkan adalah pelanggan yang berutang. Faktanya, utang tak selalu berbentuk pinjaman uang. Pelanggan yang mengambil barang tanpa membayar juga termasuk utang yang harus segera diselesaikan.

Lantas, bagaimana cara menagih utang kepada pelanggan yang menjengkelkan?

Beberapa trik berikut ini akan membantu Anda untuk mendapatkan pembayaran dari pelanggan yang berutang:

Menagih Utang secara Tertulis

Jika Anda segan menagih utang secara langsung, Anda bisa melakukannya secara tertulis. Kirimkan surat atau email untuk menjelaskan tentang utang-utang pelanggan. Cara ini membuat Anda tak perlu segan bertatap muka dengan pelanggan. Kalau pelanggan tidak menggubris surat tersebut, Anda patut melakukan cara lain untuk menagih utang.

Mengutus Staf Bagian Finansial

Kalau Anda benar-benar tak ingin berhadapan dengan pelanggan yang berutang, Anda juga bisa mengutus staf bagian finansial untuk menagih. Biarkan staf Anda menagi melalui pembicaraan telepon atau pertemuan langsung. Cara ini akan terkesan sangat profesional karena seakan-akan Anda hanya berfokus pada proses bisnis. Sedangkan urusan utang piutang menjadi tanggung jawab staf Anda.

Membuat Kesepakatan Tertulis yang Baru

Ketika Anda menagih utang tanpa hasil kepada pelanggan, pasti Anda merasa kesal dan kewalahan. Namun, Anda tetap harus menghadapinya dengan kepala dingin. Cobalah untuk membuat kesepakatan tertulis yang baru mengenai pembayaran utang tersebut. Saat tanggal jatuh tempo sudah di depan mata, jangan ragu mengingatkan pelanggan untuk membayar utang-utangnya. Nanti, Anda pun tidak perlu segan-segan menagih jika telah membuat kesepakatan yang baru.

Menjanjikan Diskon untuk Pembayaran Utang

Utang yang tak kunjung dibayar dalam waktu lama pasti akan menyulitkan perputaran modal bisnis Anda. Apalagi jika jumlah utang tersebut tergolong besar. Untuk menyiasatinya, Anda bisa menjanjikan diskon bila pelanggan mau membayar utang. Hitunglah kembali jumlah barang yang diambil dan belum dibayar pelanggan. Lalu kurangi margin keuntungannya supaya jumlah pembayaran berkurang. Meskipun memutuskan untuk memberikan diskon, pastikan kalau Anda tidak merugi akibat utang tersebut. Anda harus tetap mendapatkan sedikit keuntungan dari penjualan dengan sistem utang. Cara ini jelas jauh lebih baik daripada harus merelakan utang pelanggan dalam waktu lama.

Lain kali mungkin Anda harus lebih tegas menghadapi pelanggan yang ingin berutang. Sampaikanlah bahwa Anda sedang butuh banyak uang untuk perputaran modal bisnis. Cara halus menolak pelanggan yang ingin berutang membuat Anda bebas repot karena tak perlu memikirkan tentang tagihan utang. dan kamu bisa beritahu temen kamu untuk cek di https://www.cekaja.com/kredit untuk melakukan pinjaman.